Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya,
Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah,
Aku pernah ………
Aku pernah tersenyum meski kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,
Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan……
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
baik dari orang tua… sahabat.. kekasih dan
akhirnya pasangan hidupnya.
Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..
karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia.
Kamis, 04 Desember 2008
Rabu, 03 Desember 2008
Pasir dan Batu
Alkisah tentang dua orang yang bersahabat sedang berjalan melewati gurun pasir. Diperjalanan mereka terlibat argumentasi satu sama lain dan salah seorang dari mereka menampar wajah sahabatnya. Sang sahabat yang ditampar wajahnya pun kesakitan, tapi tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia lalu menulis diatas pasir yang berbunyi, ”HARI INI SAHABATKU MENAMPAR WAJAHKU.”
Mereka tetap berjalan sampai akhirnya tiba di sebuah oasis dan memutuskan untuk mandi disana. Tiba-tiba, sahabat yang ditampar tadi terjebak di pasir hidup dan mulai tenggelam, tetapi dia diselamatkan oleh sahabatnya yang tadi menamparnya. Setelah diselamatkan sahabatnya, dia lalu menulis sesuatu diatas batu, yang berbunyi, ”HARI INI SAHABATKU MENYELAMATKAN HIDUPKU.”
Lalu sahabatnya bertanya, ”Setelah aku menyakitimu, kamu menulis dipasir. Dan sekarang kamu menulis diatas batu. Kenapa?”
Sahabatnya menjawab, ”Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya dipasir yang mana akan disapu oleh angin maaf. Tetapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik untuk kita, kita harus mengukirnya diatas batu, yang mana tidak akan pernah terhapus oleh angin.”
Belajarlah untuk menulis kekecewaanmu di pasir dan mengukir kebahagiaanmu diatas batu.
Mereka tetap berjalan sampai akhirnya tiba di sebuah oasis dan memutuskan untuk mandi disana. Tiba-tiba, sahabat yang ditampar tadi terjebak di pasir hidup dan mulai tenggelam, tetapi dia diselamatkan oleh sahabatnya yang tadi menamparnya. Setelah diselamatkan sahabatnya, dia lalu menulis sesuatu diatas batu, yang berbunyi, ”HARI INI SAHABATKU MENYELAMATKAN HIDUPKU.”
Lalu sahabatnya bertanya, ”Setelah aku menyakitimu, kamu menulis dipasir. Dan sekarang kamu menulis diatas batu. Kenapa?”
Sahabatnya menjawab, ”Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya dipasir yang mana akan disapu oleh angin maaf. Tetapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik untuk kita, kita harus mengukirnya diatas batu, yang mana tidak akan pernah terhapus oleh angin.”
Belajarlah untuk menulis kekecewaanmu di pasir dan mengukir kebahagiaanmu diatas batu.
Selasa, 02 Desember 2008
Dua Katak
Pada suatu waktu, sekelompok katak sedang bepergian melewati kayu-kayu, dua dari katak-katak tersebut jatuh kedalam lubang yang dalam. Ketika katak-katak lainnya melihat seberapa dalam lubang itu, mereka berkata sudah tidak ada harapan. Kedua katak yang terjatuh itu mengacuhkan perkataan teman-temannya dan mencoba untuk melompat keluar dari lubang itu dengan sekuat tenaga. Katak-katak lainnya tetap mengatakan kepada mereka untuk berhenti melompat karena sudah tidak ada harapan. Akhirnya salah satu katak yang terjatuh itu mendengarkan perkataan temannya dan akhirnya menyerah. Dia terjatuh dan mati.
Katak satunya pun melanjutkan usahanya untuk melompat keluar dari lubang. Sekali lagi, suara riuh teriakan katak-katak diatas menyuruhnya untuk berhenti dan menunggu kematian. Tetapi katak tersebut mencoba lebih keras dan akhirnya dia berhasil melompat keluar dari lubang tersebut. Saat katak tersebut sudah berada diatas, teman-temannya berkata,”apakah kamu mendengar kami?”. Sang katak menjelaskan kepada mereka bahwa dia tadi tuli. Dia malah berpikir bahwa teman-temannya memberikan harapan.
Hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas adalah:
1. Ada kekuatan hidup dan mati di lidah. Sebuah kata harapan untuk seseorang yang sedang terjatuh bisa mengangkat dan menolongnya untuk melewati saat-saat itu.
2. Sebuah kata yang “negatif” kepada seseorang yang sedang terjatuh bisa membunuh orang tersebut.
Berhati-hatilah terhadap apa yang anda katakan. Kekuatan kata-kata, kadang sulit untuk dipahami bahwa sebuah kata harapan bisa hilang. Setiap orang bisa mengucapkan kalimat yang bisa mencuri semangat seseorang untuk melewati masa-masa sulit. Orang yang spesial adalah seseorang yang meluangkan waktunya untuk menyemangati satu sama lain.
Katak satunya pun melanjutkan usahanya untuk melompat keluar dari lubang. Sekali lagi, suara riuh teriakan katak-katak diatas menyuruhnya untuk berhenti dan menunggu kematian. Tetapi katak tersebut mencoba lebih keras dan akhirnya dia berhasil melompat keluar dari lubang tersebut. Saat katak tersebut sudah berada diatas, teman-temannya berkata,”apakah kamu mendengar kami?”. Sang katak menjelaskan kepada mereka bahwa dia tadi tuli. Dia malah berpikir bahwa teman-temannya memberikan harapan.
Hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas adalah:
1. Ada kekuatan hidup dan mati di lidah. Sebuah kata harapan untuk seseorang yang sedang terjatuh bisa mengangkat dan menolongnya untuk melewati saat-saat itu.
2. Sebuah kata yang “negatif” kepada seseorang yang sedang terjatuh bisa membunuh orang tersebut.
Berhati-hatilah terhadap apa yang anda katakan. Kekuatan kata-kata, kadang sulit untuk dipahami bahwa sebuah kata harapan bisa hilang. Setiap orang bisa mengucapkan kalimat yang bisa mencuri semangat seseorang untuk melewati masa-masa sulit. Orang yang spesial adalah seseorang yang meluangkan waktunya untuk menyemangati satu sama lain.
Apa Adanya
Sebuah cerita tentang seorang tentara yang akhirnya kembali ke kotanya setelah berperang di Vietnam. Tentara tersebut menelpon orang tuanya dari San Fransisco.
“Ibu dan Ayah, aku pulang, tapi ada yang ingin kutanyakan. Aku punya seorang teman yang ingin kuajak untuk tinggal bersama kita.“Tentu saja,” sahut orang tua tentara itu, “kami ingin sekali bertemu dengannya.
“Ada satu hal yang harus kalian tahu,” lanjut tentara itu, “Temanku terluka sangat parah sewaktu perang. Dia menginjak ranjau dan akhirnya kehilangan satu kaki dan satu tangan. Dia tidak punya tujuan lagi sekarang, dan aku ingin dia tinggal bersama kita.“Kami turut bersedih atas hal itu, nak. Mungkin kita bisa membantunya untuk mencari tempat tinggal.
“Nak,” ayahnya berucap, “kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Seseorang yang cacat akan menjadi beban bagi kita. Kita punya tempat sendiri untuk kita tinggal dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu mengganggunya. Aku pikir kamu pulang saja dan lupakan temanmu itu. Dia akan menemukan jalan untuk hidup dengan caranya sendiri.
Seketika saat itu juga sang anak menutup teleponnya. Orang tuanya pun tidak pernah lagi mendengar kabar anaknya itu. Beberapa hari kemudian, sang orang mendapat telepon dari kepolisian San Fransisco. Anak mereka ditemukan tewas setelah terjatuh dari sebuah gedung, kata polisi itu. Polisi yakin bahwa itu adalah bunuh diri. Sesegera mungkin sang orang tua pergi ke San Fransisco untuk mengidentifikasi jasad anak mereka. Mereka mengenalinya tapi mereka terkejut karena menemukan sesuatu yang mereka tidak tahu, anak mereka hanya mempunyai satu tangan dan satu kaki.
Orang tua di cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita begitu mudahnya menyukai orang yang berpenampilan menarik atau enak untuk dilihat, tapi kita tidak menyukai orang yang membuat kita tidak nyaman. Kia biasanya menjauhi orang yang tidak sesehat, secantik/setampan dan secerdas kita. Syukurlah, ada orang-orang yang tidak akan memperlakukan kita seperti itu. Seseorang yang mencintai kita dengan apa adanya serta menerima kita menjadi bagian keluarga.
“Ibu dan Ayah, aku pulang, tapi ada yang ingin kutanyakan. Aku punya seorang teman yang ingin kuajak untuk tinggal bersama kita.“Tentu saja,” sahut orang tua tentara itu, “kami ingin sekali bertemu dengannya.
“Ada satu hal yang harus kalian tahu,” lanjut tentara itu, “Temanku terluka sangat parah sewaktu perang. Dia menginjak ranjau dan akhirnya kehilangan satu kaki dan satu tangan. Dia tidak punya tujuan lagi sekarang, dan aku ingin dia tinggal bersama kita.“Kami turut bersedih atas hal itu, nak. Mungkin kita bisa membantunya untuk mencari tempat tinggal.
“Nak,” ayahnya berucap, “kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Seseorang yang cacat akan menjadi beban bagi kita. Kita punya tempat sendiri untuk kita tinggal dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu mengganggunya. Aku pikir kamu pulang saja dan lupakan temanmu itu. Dia akan menemukan jalan untuk hidup dengan caranya sendiri.
Seketika saat itu juga sang anak menutup teleponnya. Orang tuanya pun tidak pernah lagi mendengar kabar anaknya itu. Beberapa hari kemudian, sang orang mendapat telepon dari kepolisian San Fransisco. Anak mereka ditemukan tewas setelah terjatuh dari sebuah gedung, kata polisi itu. Polisi yakin bahwa itu adalah bunuh diri. Sesegera mungkin sang orang tua pergi ke San Fransisco untuk mengidentifikasi jasad anak mereka. Mereka mengenalinya tapi mereka terkejut karena menemukan sesuatu yang mereka tidak tahu, anak mereka hanya mempunyai satu tangan dan satu kaki.
Orang tua di cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita begitu mudahnya menyukai orang yang berpenampilan menarik atau enak untuk dilihat, tapi kita tidak menyukai orang yang membuat kita tidak nyaman. Kia biasanya menjauhi orang yang tidak sesehat, secantik/setampan dan secerdas kita. Syukurlah, ada orang-orang yang tidak akan memperlakukan kita seperti itu. Seseorang yang mencintai kita dengan apa adanya serta menerima kita menjadi bagian keluarga.
Senin, 01 Desember 2008
Kasih Seorang Ibu
Pada suatu malam seorang anak kecil menghampiri ibunya yang sedang berada di dapur membereskan sisa makan malam. Anak kecil itu menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya kepada ibunya. Setelah sang ibu mengelap kering tangannya lalu ia meraih kertas tersebut dan membacanya. Kertas tersebut berisi tulisan :
Memotong rumput : 5 Dollar
Membersihkan dan merapikan halaman : 2 Dollar
Membersihkan kamarku minggu ini : 1 Dollar
Pergi ke toko : Setengah Dolar
Menjaga adik ketika ibu pergi berbelanja : 25 Cent
Membuang sampah : 1 Dolar
Mendapat nilai bagus disekolah : 5 Dollar
Total tagihan : 14.75 Dollar
Lalu, sang ibu menatapnya dan sang anak melihat sang ibu memikirkan sesuatu. Sang ibu pun mengambil pulpen. Kertas itu dibaliknya lalu dia menulis:
Untuk Sembilan bulan aku mengandungmu : GRATIS
Untuk semua mainan, makanan, baju dan bahkan mengelap hidungmu : GRATIS
Untuk semua hal dan air mata yang keluar karenamu : GRATIS
Untuk semua malam dengan ketakutan dan kekhawatiran tentangmu : GRATIS
Nak, harga kasih sayangku padamu : GRATIS
Ketika sang anak selesai membaca tulisan sang ibu, ia spontan menangis dan menatap sang ibu sambil berkata, “Bu, Aku menyayangimu.” Lalu sang anak mengambil pulpen dan menulis “LUNAS” dengan huruf besar.
Hikmah :
1. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi orang tua sampai suatu saat anda menjadi Orang Tua.
2. Jadilah pemberi dan buka peminta, khususnya kepada orang tua anda. banyak yang bisa anda berikan selain uang.
Memotong rumput : 5 Dollar
Membersihkan dan merapikan halaman : 2 Dollar
Membersihkan kamarku minggu ini : 1 Dollar
Pergi ke toko : Setengah Dolar
Menjaga adik ketika ibu pergi berbelanja : 25 Cent
Membuang sampah : 1 Dolar
Mendapat nilai bagus disekolah : 5 Dollar
Total tagihan : 14.75 Dollar
Lalu, sang ibu menatapnya dan sang anak melihat sang ibu memikirkan sesuatu. Sang ibu pun mengambil pulpen. Kertas itu dibaliknya lalu dia menulis:
Untuk Sembilan bulan aku mengandungmu : GRATIS
Untuk semua mainan, makanan, baju dan bahkan mengelap hidungmu : GRATIS
Untuk semua hal dan air mata yang keluar karenamu : GRATIS
Untuk semua malam dengan ketakutan dan kekhawatiran tentangmu : GRATIS
Nak, harga kasih sayangku padamu : GRATIS
Ketika sang anak selesai membaca tulisan sang ibu, ia spontan menangis dan menatap sang ibu sambil berkata, “Bu, Aku menyayangimu.” Lalu sang anak mengambil pulpen dan menulis “LUNAS” dengan huruf besar.
Hikmah :
1. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi orang tua sampai suatu saat anda menjadi Orang Tua.
2. Jadilah pemberi dan buka peminta, khususnya kepada orang tua anda. banyak yang bisa anda berikan selain uang.
Langganan:
Postingan (Atom)

